El Niño dan La Niña: apa bedanya?
Diperbarui
El Niño adalah fase ketika suhu muka laut di Pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih hangat daripada kondisi normal, sedangkan pada fase La Niña suhu muka laut di wilayah tersebut lebih dingin. Keduanya merupakan bagian dari El Niño–Southern Oscillation atau ENSO, yang melibatkan interaksi laut dan atmosfer. Di Indonesia, El Niño sering meningkatkan kecenderungan kondisi kering, sementara La Niña sering meningkatkan peluang kondisi lebih basah. Dampaknya berbeda menurut musim dan wilayah.
Perbedaan yang perlu dipahami
| Aspek | El Niño | La Niña |
|---|---|---|
| Pasifik tropis tengah–timur | Lebih hangat daripada kondisi normal | Lebih dingin daripada kondisi normal |
| Sirkulasi atmosfer | Pusat pembentukan awan bergeser | Sirkulasi dan pembentukan awan berubah dengan pola berbeda |
| Kecenderungan di Indonesia | Banyak wilayah dapat lebih kering | Banyak wilayah dapat lebih basah |
| Makna bagi sebuah kota | Bukan jaminan hujan berhenti | Bukan jaminan hujan setiap hari |
Kata “anomali” berarti selisih terhadap nilai acuan, bukan nilai suhu laut itu sendiri. Karena itu, angka indeks ENSO tidak boleh dibaca sebagai tambahan suhu udara yang akan langsung dirasakan di rumah. Fase netral pun bukan janji bahwa semua daerah bebas dari kejadian cuaca ekstrem.
Mengapa hujan Indonesia ikut berubah?
Perubahan suhu laut mengubah lokasi penguapan, pembentukan awan, dan sirkulasi udara tropis. Ketika pusat aktivitas hujan bergeser, pasokan kelembapan serta gerak udara di sekitar Indonesia ikut berubah. Pengaruh tersebut kemudian berinteraksi dengan angin muson, suhu perairan setempat, bentuk pulau, dan pegunungan.
Istilah “lebih kering” juga bersifat relatif terhadap pola hujan setempat. Daerah yang biasanya banyak hujan masih dapat menerima hujan ketika jumlahnya berkurang. Sebaliknya, tambahan hujan di wilayah kering tidak otomatis mencukupi semua kebutuhan air. Kondisi tanah dan penyimpanan air tetap penting.
Karena itu, dampak di setiap daerah tidak seragam. Wilayah yang biasanya memiliki kemarau jelas dapat mengalami periode kering yang berbeda dari wilayah dengan hujan sepanjang tahun. Hujan lebat singkat juga masih dapat terjadi di tengah musim yang secara keseluruhan lebih kering. Penilaian musim menggunakan rangkaian data, bukan pengalaman dari satu sore.
Apa kata BMKG tentang El Niño 2026?
Dalam siaran pers 22 September 2026, BMKG menyatakan El Niño berintensitas sangat kuat sedang terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole atau IOD. Kombinasi tersebut dikaitkan dengan berkurangnya hujan dan mundurnya awal musim hujan di banyak wilayah. Pernyataan ini merujuk pada pemantauan serta prediksi saat siaran pers diterbitkan.
Jangan mengubahnya menjadi klaim bahwa semua daerah pasti mengalami kekeringan atau bahwa hujan akan kembali turun di sebuah kota pada tanggal tertentu. IOD berkaitan dengan Samudra Hindia, sedangkan ENSO berkaitan dengan Pasifik; keduanya bukan istilah untuk fenomena yang sama. Status berikutnya perlu diperiksa pada pemantauan ENSO BMKG.
Dari informasi nasional ke kebutuhan setempat
Gunakan penjelasan musim hujan Indonesia untuk memahami konteks musiman. Setelah itu, periksa prakiraan cuaca Kupang atau cuaca Pontianak sesuai lokasi kegiatan. Kedua halaman tersebut membantu melihat cuaca setempat, bukan mengukur atau menentukan fase ENSO.
- Rumah tangga: ikuti informasi pasokan air setempat dan gunakan air secara hemat ketika periode kering memanjang.
- Pertanian: cocokkan prediksi musim dengan kondisi lahan, sumber air, dan arahan penyuluh sebelum mengubah jadwal tanam.
- Perjalanan: pilih perlengkapan berdasarkan prakiraan harian dan peringatan terbaru, bukan hanya label El Niño atau La Niña.
Saat membaca berita, periksa tanggal penerbitan, wilayah yang dibahas, dan apakah informasinya berupa pengamatan atau prediksi. Berita lama dapat menjelaskan mekanisme ENSO, tetapi tidak otomatis menggambarkan keadaan sekarang. Pembedaan ini membantu mencegah keputusan yang berlebihan hanya karena sebuah istilah iklim sedang ramai dibicarakan.
Cuaca saat ini di Kupang
Kota Kupang: 33,1 °C, Cerah berawan.
Diperbarui 14/10/2026 11:15 WITA.
