Musim Hujan 2026/2027
Menurut prediksi BMKG yang diumumkan 22 September 2026, awal musim hujan 2026/2027 mundur dari normalnya di 529 zona musim (61,08% wilayah Indonesia) karena El Niño berintensitas sangat kuat yang terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD). Sebagian besar wilayah baru mengawali musim hujan pada November 2026 (185 zona musim) dan Desember 2026 (266 zona musim). Puncak musim hujan diprediksi pada Desember 2026 (155 zona musim), Januari 2027 (162), dan Februari 2027 (190). Baca siaran pers BMKG ↗
Hari hujan 14 hari ke depan di 38 ibu kota provinsi
| Provinsi | Hari berpeluang hujan ≥50% | Perkiraan curah hujan |
|---|---|---|
| Sumatera Utara (Medan) | 14 / 14 | 166 mm |
| Papua Pegunungan (Jayawijaya) | 14 / 14 | 125 mm |
| Sumatera Barat (Padang) | 14 / 14 | 110 mm |
| Aceh (Banda Aceh) | 14 / 14 | 90 mm |
| Kalimantan Utara (Tanjung Selor) | 14 / 14 | 77 mm |
| Papua Tengah (Nabire) | 13 / 14 | 135 mm |
| Riau (Pekanbaru) | 13 / 14 | 77 mm |
| Papua Barat (Manokwari) | 13 / 14 | 21 mm |
| Papua (Jayapura) | 12 / 14 | 93 mm |
| Banten (Serang) | 12 / 14 | 25 mm |
| DKI Jakarta (Jakarta) | 11 / 14 | 22 mm |
| Bengkulu (Bengkulu) | 11 / 14 | 10 mm |
| Sulawesi Tengah (Palu) | 11 / 14 | 6 mm |
| Maluku Utara (Sofifi) | 10 / 14 | 67 mm |
| Jawa Barat (Bandung) | 10 / 14 | 3 mm |
| Kalimantan Barat (Pontianak) | 9 / 14 | 101 mm |
| Papua Barat Daya (Sorong) | 8 / 14 | 69 mm |
| Jambi (Jambi) | 7 / 14 | 16 mm |
| Kepulauan Riau (Tanjungpinang) | 5 / 14 | 33 mm |
| Sulawesi Utara (Manado) | 5 / 14 | 19 mm |
| Bali (Denpasar) | 5 / 14 | 17 mm |
| Lampung (Bandar Lampung) | 5 / 14 | 16 mm |
| Kalimantan Timur (Samarinda) | 4 / 14 | 28 mm |
| DI Yogyakarta (Yogyakarta) | 4 / 14 | 27 mm |
| Kalimantan Tengah (Palangkaraya) | 4 / 14 | 14 mm |
| Jawa Tengah (Semarang) | 4 / 14 | 13 mm |
| Kepulauan Bangka Belitung (Pangkalpinang) | 4 / 14 | 6 mm |
| Sulawesi Barat (Mamuju) | 3 / 14 | 17 mm |
| Nusa Tenggara Barat (Mataram) | 3 / 14 | 12 mm |
| Maluku (Ambon) | 3 / 14 | 9 mm |
| Jawa Timur (Surabaya) | 3 / 14 | 3 mm |
| Kalimantan Selatan (Banjarbaru) | 2 / 14 | 5 mm |
| Papua Selatan (Merauke) | 1 / 14 | 7 mm |
| Sumatera Selatan (Palembang) | 1 / 14 | 5 mm |
| Nusa Tenggara Timur (Kupang) | 1 / 14 | 3 mm |
| Gorontalo (Gorontalo) | 1 / 14 | 2 mm |
| Sulawesi Selatan (Makassar) | 0 / 14 | 1 mm |
| Sulawesi Tenggara (Kendari) | 0 / 14 | 0 mm |
Tabel ini adalah prakiraan model cuaca untuk titik ibu kota provinsi selama 14 hari, bukan penetapan awal musim. Penetapan awal dan akhir musim hanya dilakukan BMKG per zona musim.
Musim hujan 2026 sampai bulan apa?
Dalam siaran pers 22 September 2026, BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 terjadi pada Desember 2026 di sebagian besar Sumatera dan Kalimantan, Januari 2027 di sebagian Jawa, Bali bagian tengah, dan sebagian Sulawesi, serta Februari 2027 di sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Durasi musim hujan diprediksi lebih pendek dari normalnya di 482 zona musim (51,90% luas daratan Indonesia). Rilis tersebut tidak menyebut tanggal berakhirnya musim hujan; BMKG biasanya mengumumkan prediksi musim kemarau pada awal tahun.
Kapan musim kemarau 2026 berakhir?
Saat rilis diterbitkan, 556 zona musim (61,91% luas daratan Indonesia) masih mengalami musim kemarau. Hanya 11 zona musim yang diprediksi memasuki musim hujan lebih cepat dari normalnya dan 26 zona musim sama dengan normalnya. Menurut BMKG, sifat hujan musim ini umumnya normal di 510 zona musim (69,76%), lebih basah di 147 zona musim (18,55%), dan lebih kering di 42 zona musim (11,69%).
Awal musim tidak terjadi serentak: satu provinsi dapat terdiri atas beberapa zona musim dengan jadwal berbeda. Untuk kepastian di daerah Anda, rujuk prediksi resmi BMKG ↗ dan periksa peluang hujan harian di lokasi Anda.
