Bagaimana proses terjadinya hujan?
Diperbarui
Hujan terjadi ketika air di atmosfer membentuk tetes air atau partikel es yang tumbuh cukup besar, jatuh, dan mencapai permukaan sebagai air. Penguapan menyediakan uap air, pengangkatan serta pendinginan udara membantu pembentukan awan, lalu pertumbuhan partikel memungkinkan hujan turun. Awan tidak sekadar menjadi “penuh” lalu tumpah seperti ember.
Dari penguapan menuju awan
Energi matahari membantu air menguap dari laut, danau, sungai, tanah, serta permukaan lainnya. Tumbuhan juga melepaskan uap air melalui transpirasi. Uap air merupakan gas yang tidak terlihat; bagian awan yang terlihat terdiri atas tetes air sangat kecil atau partikel es, bukan uap air itu sendiri.
Udara dapat naik karena pemanasan, pertemuan aliran angin, atau dorongan melewati pegunungan. Saat naik dan mengembang, udara mendingin. Jika kondisinya mendukung, uap air mengembun pada partikel kecil di atmosfer yang berfungsi sebagai inti kondensasi, kemudian membentuk tetes awan.
Proses pengangkatan udara dan pembentukan awan dibahas dalam Buletin Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang edisi Januari 2025. Jenis pengangkatan yang dominan membantu menjelaskan mengapa hujan muncul di tempat serta waktu tertentu.
Bagaimana tetes awan menjadi hujan?
Tetes awan yang kecil dapat bertumbukan dan bergabung menjadi tetes lebih besar. Pada awan yang bagian atasnya cukup dingin, proses pembentukan serta pertumbuhan es juga berperan. Partikel yang jatuh kemudian dapat mencair ketika melewati udara yang lebih hangat.
Tidak semua partikel yang keluar dari awan sampai ke tanah. Sebagian menguap di lapisan udara yang lebih kering. Itulah salah satu alasan awan yang tampak tebal atau tirai hujan di kejauhan belum tentu menghasilkan hujan di tempat pengamat berdiri.
Jenis hujan berdasarkan pengangkatan udara
Materi Curah Hujan dari BMKG Lore Lindu Bariri, 26 Mei 2025 membedakan mekanisme pembentukan hujan. Pembagian berikut menjelaskan proses, bukan ukuran derasnya hujan. Dalam kejadian nyata, beberapa mekanisme dapat bekerja bersamaan.
- Hujan konvektif atau zenital: pemanasan permukaan membantu udara lembap naik dan membentuk awan. Mekanisme ini penting di wilayah tropis; hujan tidak harus terjadi tepat ketika matahari berada di atas kepala.
- Hujan orografis: aliran udara dipaksa naik melewati lereng. Sisi yang menerima angin lembap dapat memperoleh hujan berbeda dari sisi di belakang pegunungan.
- Hujan frontal: udara naik di sekitar batas massa udara yang berbeda sifat. Mekanisme ini lebih khas wilayah lintang menengah dan bukan penjelasan utama bagi kebanyakan hujan lokal Indonesia.
Selain itu, pertemuan angin dapat mengangkat udara tanpa memerlukan lereng. Karena prosesnya saling bertumpang tindih, jenis hujan tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat bentuk tetes yang jatuh di halaman.
Mengapa tempat berdekatan bisa berbeda?
Awan bergerak bersama aliran udara dan dapat tumbuh atau melemah selama perjalanan. Bentuk medan, kelembapan, dan sirkulasi lokal membuat daerah hujan tidak mengikuti batas kota. Curah hujan di satu lereng juga belum tentu sama dengan curah hujan di lereng lainnya.
Untuk kegiatan di kawasan Bogor dan Bandung, periksa prakiraan Cisarua serta prakiraan Kota Bandung sesuai lokasi tujuan. Jangan menggunakan kondisi di sebuah titik sebagai gambaran pasti untuk seluruh kawasan pegunungan atau sepanjang rute perjalanan.
Menghubungkan penjelasan dengan prakiraan
Gunakan halaman apakah hari ini hujan untuk memeriksa peluang hujan dan perkiraan waktunya di lokasi pilihan. Peluang hujan, jumlah curah hujan, serta durasinya adalah ukuran yang berbeda. Angka peluang tidak memberi tahu seluruh rincian intensitas atau dampaknya.
Sebelum berangkat, perhatikan pembaruan prakiraan dan peringatan resmi. Pengetahuan tentang proses pembentukan hujan membantu membaca tanda cuaca, tetapi tidak menggantikan pengamatan serta analisis meteorologi. Jika terdengar guruh atau hujan mengganggu jarak pandang, sesuaikan kegiatan dengan keadaan nyata dan cari perlindungan yang aman.
Cuaca saat ini di Cisarua
Cisarua: 26,6 °C, Berawan sebagian.
Diperbarui 14/10/2026 10:15 WIB.
